Breaking News

Dari Diskusi Budaya: Masa Depan Kebudayaan Lombok Utara: Generasi Muda Siap Menjaga dan Mengembangkan Warisan Budaya



Lombok Utara, insightnusantara.com – Di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, sebuah acara penting digelar pada tanggal 11 Februari 2025. Diskusi Budaya Kaum Muda, yang diselenggarakan oleh Sanggar Seni Sukma Rahayu bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan, mengangkat tema "Menuju Kebudayaan Lombok Utara yang Berkelanjutan." Acara ini bertujuan untuk merumuskan strategi pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah, dengan fokus pada peran generasi muda.

Dalam pidatonya sebagai keynote speaker, Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, menekankan pentingnya kebudayaan sebagai cerminan identitas daerah. Ia mengingatkan bahwa kebudayaan adalah warisan berharga yang harus dijaga. Namun, di tengah kemajuan teknologi dan arus globalisasi, tantangan besar menghadang. Banyak generasi muda yang lebih tertarik pada budaya global, sementara tradisi lokal mulai terpinggirkan. Oleh karena itu, Kusmalahadi mengajak semua pihak, terutama kaum muda, untuk mengambil peran aktif dalam melestarikan dan mengembangkan budaya Lombok Utara.

Meski tantangan besar ada, Kusmalahadi juga menyoroti banyak peluang yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan kebudayaan Lombok Utara. Menurutnya, teknologi digital adalah alat yang sangat powerful untuk mempromosikan seni dan budaya daerah. Media sosial, YouTube, dan platform digital lainnya dapat menjadi wadah untuk mengenalkan seni musik tradisional, tari, kuliner, dan kerajinan tangan kepada dunia. Selain itu, ekonomi kreatif berbasis budaya juga menawarkan potensi besar untuk mendatangkan keuntungan ekonomi bagi masyarakat Lombok Utara.

Sebagai generasi penerus, kaum muda Lombok Utara memiliki peran vital dalam menjaga kebudayaan. Kusmalahadi mengajak para pemuda untuk menjadi duta budaya, mencintai dan mempelajari warisan leluhur mereka, serta memanfaatkannya dalam dunia digital untuk menjangkau lebih banyak orang. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya kreativitas dan inovasi dalam mengadaptasi budaya tradisional agar tetap relevan di tengah kemajuan zaman.

"Menjadi bagian dari kegiatan budaya, seperti festival seni dan lomba tari, adalah langkah nyata yang bisa kita lakukan. Selain itu, kita juga bisa menggabungkan unsur tradisional dengan sentuhan modern untuk menciptakan karya-karya baru yang menarik," ungkapnya.

Diskusi ini juga menyoroti langkah-langkah strategis untuk keberlanjutan kebudayaan Lombok Utara. Salah satunya adalah integrasi budaya dalam sistem pendidikan, sehingga generasi muda bisa lebih memahami dan mencintai budaya mereka. Selain itu, penting untuk terus memberikan dukungan kepada para seniman dan pelaku budaya melalui pelatihan dan fasilitasi acara budaya. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, dan dunia usaha juga menjadi kunci dalam menciptakan kebijakan yang mendukung pelestarian budaya.

Salah satu peluang yang tidak kalah penting adalah pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya. Kusmalahadi menyatakan bahwa produk budaya seperti tenun songket Bayan, seni ukir kayu, dan kuliner khas bisa menjadi daya tarik wisata yang mendatangkan pendapatan bagi masyarakat lokal. Dengan adanya festival seni dan pertunjukan budaya, pariwisata berbasis budaya bisa menjadi motor penggerak ekonomi Lombok Utara.

Diskusi ini dihadiri oleh 100 kaum muda Lombok Utara, yang terdiri dari aktivis budaya, mahasiswa, pelajar, serta masyarakat umum yang peduli terhadap kebudayaan. Acara ini juga diwarnai dengan pemaparan dari berbagai narasumber, termasuk Kepala Bappeda Lombok Utara, Kepala Sekolah Adat Bayan, dan Dewan Kebudayaan Daerah Lombok Utara.

Melalui acara ini, diharapkan tercipta kolaborasi antar pemangku kepentingan yang dapat menghasilkan rekomendasi strategis untuk menjaga dan mengembangkan kebudayaan Lombok Utara di masa depan.

Acara ini ditutup dengan semangat optimisme dan tekad bersama untuk menjadikan kebudayaan Lombok Utara sebagai kekuatan dalam pembangunan daerah.

"Masa depan kebudayaan Lombok Utara ada di tangan kita semua. Mari kita jaga dan kembangkan budaya ini, karena budaya adalah jati diri kita dan masa depan kita," tutup Kusmalahadi dengan penuh semangat.

Dengan kesadaran yang semakin tinggi, dukungan aktif generasi muda, dan kolaborasi yang solid, kebudayaan Lombok Utara diharapkan dapat terus hidup, berkembang, dan dikenal di kancah nasional maupun internasional. (zett)

0 Komentar


Advertisement

Type and hit Enter to search

Close