Breaking News

Kapolres Lombok Utara “Ngemper” Bersama Warga Sigar Penjalin, Gowes Kamtibmas Tembus Sekat Kekuasaan

 


Lombok Utara | Insightnusantara.com – Ada yang tak biasa dalam pelaksanaan Gowes Kamtibmas Kapolres Lombok Utara Polda NTB AKBP Agus Purwanta, S.I.K. di Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Sabtu (20/12). Tanpa seremoni, tanpa kursi empuk, dan tanpa jarak kekuasaan, Kapolres memilih duduk di emperan teras kantor desa—“ngemper”—mendengar langsung keluhan dan harapan masyarakat.

Gowes Kamtibmas yang menjadi kunjungan ke-28 tersebut sejatinya dirancang sebagai media komunikasi mendalam antara kepolisian dan masyarakat. Namun di Sigar Penjalin, pendekatan itu menjelma menjadi potret kepemimpinan yang membumi, ketika pucuk pimpinan Polres Lombok Utara menanggalkan simbol formal dan membuka ruang dialog tanpa sekat.

“Kami ingin memastikan Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi sebagai mitra masyarakat. Duduk sejajar seperti ini membuat kami lebih memahami persoalan warga secara utuh,” kata AKBP Agus Purwanta di sela kegiatan.

Kepala Desa Sigar Penjalin Zawil Padli mengaku terkejut sekaligus tersentuh dengan sikap Kapolres tersebut. Menurutnya, pilihan untuk duduk sederhana menciptakan suasana dialog yang jujur dan terbuka.

“Jujur kami tidak menyangka Kapolres memilih duduk di emperan teras, tanpa penyambutan khusus. Di situ kami bisa menyampaikan kondisi desa apa adanya, tanpa rasa sungkan,” ujar Zawil.

Selain dialog kamtibmas, Gowes Kamtibmas kali ini juga diwarnai aksi sosial. Sekitar 50 warga lanjut usia menerima bantuan paket sembako, sementara ratusan warga memperoleh layanan kesehatan gratis dari Poliklinik Polres Lombok Utara yang bersinergi dengan Puskesmas Tanjung.


AKBP Agus menegaskan bahwa pendekatan kesejahteraan sosial merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. “Masalah sosial, kesehatan, dan ekonomi sangat beririsan dengan kamtibmas. Karena itu kami hadir secara menyeluruh,” ujarnya.

Perhatian terhadap isu sosial juga ditunjukkan oleh Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara Ny. Heny Agus Purwanta. Dalam dialog dengan kader PKK desa, ia menyoroti persoalan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan stunting yang masih menjadi tantangan di tingkat desa.


“Kami menerima banyak masukan dari PKK. Ini tidak berhenti di dialog, tapi akan ditindaklanjuti dengan pendataan yang lengkap agar Bhayangkari bisa hadir memberikan bantuan dan edukasi yang tepat sasaran,” kata Heny.

Ia menambahkan, Bhayangkari akan memperkuat kolaborasi dengan puskesmas dan pemerintah desa untuk memastikan upaya pencegahan stunting dilakukan secara berkelanjutan.

Gowes Kamtibmas di Sigar Penjalin menegaskan bahwa pendekatan keamanan berbasis empati dan kehadiran langsung masih relevan dan dibutuhkan. Ketika seorang Kapolres memilih duduk di lantai yang sama dengan warganya, negara hadir bukan melalui instruksi, melainkan melalui kesediaan untuk mendengar.

Di emperan teras yang sederhana itu, kepercayaan publik dibangun—tanpa jarak, tanpa sekat, dan tanpa basa-basi. ( Wis )

0 Komentar


Advertisement

Type and hit Enter to search

Close