Lombok Timur | Insightnusantara.com - Aksi unjuk rasa yang dilakukan aliansi peduli pariwisata Lombok Timur di kantor Bupati,Kamis (22/1) ricuh.Pasalnya Bupati Lotim H.Haerul Warisin yang ditunggu-tunggu untuk menerima massa aksi tak kunjung ada.
Sementara dua pendemo mengalami luka di pelipis dan bibirnya saat dipukul mundur aparat keamanan yang mencoba merangsak masuk ke dalam kantor Bupati di tribun utama.
Selain itu juga satu pendemo juga rontok giginya sehingga mengeluarkan darah dengan langsung di larikan ke RSUD dr.R.Soejono Selong untuk mendapatkan perawatan.
Aksi jilid yang 2 aliansi peduli pariwisata Lotim sebelumnya berjalan tertib meski dalam kondisi hujan lebat dengan massa aksi secara bergantian menyampaikan orasinya.Dengan semua melakukan aksi di depan pintu gerbang kantor bupati Lotim lalu masuk ke halaman kantor
"Yang kami minta bupati lotim menerima kedatangan kami apa sih susahnya," kata orator aksi dalam orasinya secara bergantian.
Aksi tersebut mendapatkan pengamanan ketat dari aparat kepolisian untuk mencegah kemungkinan yang tidak diinginkan terjadi.
Sementara kedatangan massa aksi diterima asisten 1 setdakab Lotim M.Khairi dan Kepala Badan Kesatuan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Lotim Mustopa ,akan tapi massa aksi memaksa untuk diterima bupati Lotim.
"Pak Bupati terimah kami jangan bisa bersembunyi," ujar orator aksi lagi.
Kemudian massa aksi mencoba merangsak naik ke atas lantai tribun kantor Bupati Lotim dengan mencoba memaksa masuk untuk menerobos blokade aparat keamanan.
Namun upaya itu tidak berhasil dengan aparat keamanan memukul mundur para pendemo sehingga lari berhamburan di halaman kantor Bupati Lotim.
Namun massa aksi kembali lagi dengan membawa temannya yang terluka saat dipukul mundur dengan meminta pertanggungjawaban aparat.
Sementara itu asisten 1 dan kepala Bakesbangpoldagri Lotim yang ditugaskan untuk mendatangkan Bupati Lotim menerima massa aksi tak bisa sehingga akhirnya massa aksi membubarkan diri dengan akan melakukan aksi jilid 3. ( syk )

0 Komentar