Breaking News

Dari Babad Lombok ke Ruang Kerja Polisi: Cara Lombok Utara Merawat Manusia di Balik Seragam

 


Lombok Utara | Insightnusantara.com — Dalam khazanah sastra kuno Babad Lombok, orang-orang tua mewariskan sebuah pesan yang sederhana, namun sakral:

“Endak sombong, endak cekak, laun sili nenek sak kuase.

Bagus gawek nune, bagus dait jelo muri, lenge gawek nune, lenge dait lemak karing sekali.”

Sebuah petuah tentang rendah hati dan hukum sebab-akibat dalam kehidupan: jangan sombong, jangan angkuh, karena kelak manusia akan berhadapan dengan Sang Pencipta. Apa yang baik diperbuat akan kembali dalam kebaikan. Apa yang buruk ditanam, akan kembali dalam keburukan.

Di Lombok Utara, pesan tua itu kini menemukan bentuknya yang modern — bukan di lembaran kitab, melainkan di ruang-ruang kerja kepolisian.

Polres Lombok Utara memilih jalan yang tidak lazim di tengah tuntutan tugas yang kian kompleks dan penuh tekanan: membangun institusi dari dalam, dengan terlebih dahulu merawat manusianya.

Melalui sebuah program bertajuk “Mendait Epe Pada”, Kabag SDM Polres Lombok Utara AKP Agus Rachman, S.H., M.I.Kom menghadirkan pendekatan pembinaan personel yang tidak berhenti pada urusan administrasi, tetapi menyentuh dimensi psikologis dan kemanusiaan anggota.

Dalam bahasa lokal, Mendait Epe Pada berarti “berjumpa dengan kalian semua”. Nama itu bukan sekadar simbol. Ia menjadi filosofi kerja: pimpinan yang hadir, bukan sekadar memerintah; mendengar, bukan hanya menilai.

Atas amanat Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K., AKP Agus Rachman secara langsung mendatangi seluruh Bag, Sat, Sie, hingga Polsek jajaran. Kunjungan itu tidak dibingkai sebagai inspeksi, melainkan silaturahmi kerja dan dialog dari hati ke hati.

“Manajemen SDM tidak cukup hanya rapi di atas kertas. Yang lebih penting adalah mengetahui bagaimana kondisi anggota di lapangan, apa yang mereka hadapi, dan apa yang mereka rasakan,” ujar AKP Agus Rachman dalam wawancara ekslusif, Pada selasa (27/1 ).

Sebagai Kabag SDM, ia memikul tanggung jawab strategis: pembinaan administrasi kepegawaian, pendidikan dan pelatihan, perawatan kesejahteraan, hingga pembinaan karier personel. Ia juga memastikan data kepegawaian tertib dan kompetensi anggota terus bertumbuh seiring tuntutan zaman.


Namun melalui Mendait Epe Pada, seluruh fungsi itu dijalankan dengan cara yang lebih membumi.

Dari ruang staf hingga Polsek di pelosok, dibuka ruang dialog yang oleh banyak personel disebut sebagai “ruang bicara yang jujur”. Di sanalah anggota menyampaikan bukan hanya persoalan teknis dan beban tugas, tetapi juga kegelisahan personal yang selama ini kerap tersembunyi di balik disiplin seragam.

Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K. menegaskan bahwa pendekatan ini adalah bagian dari strategi besar membangun institusi yang kuat dan sehat dari dalam.

“Kami ingin memastikan setiap personel merasa diperhatikan, didengar, dan dihargai. Karena hanya dari situ bisa lahir pengabdian yang tulus kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Kapolres, kualitas pelayanan kepolisian tidak pernah bisa dipisahkan dari kondisi batin orang-orang yang menjalankannya. Anggota yang bekerja dalam suasana psikologis yang sehat akan lebih mampu menghadirkan pelayanan yang humanis, profesional, dan penuh empati.

Pemilihan bahasa lokal sebagai nama program juga bukan tanpa makna. Ia menjadi penanda bahwa Polres Lombok Utara membangun manajemen sumber daya manusia yang tidak tercerabut dari budaya dan nilai-nilai masyarakat tempat para personel mengabdi.

Seiring waktu, dampak Mendait Epe Pada mulai terasa. Relasi pimpinan dan anggota kian cair. Komunikasi dua arah lebih terbuka. Suasana kerja berubah menjadi lebih hangat dan lebih saling percaya.

Bagi Polres Lombok Utara, ini bukan sekadar program kerja. Ini adalah investasi jangka panjang membangun watak institusi — agar kepolisian tidak hanya kuat dalam struktur, tetapi juga kokoh dalam nurani.

Seperti pesan dalam Babad Lombok: kebaikan yang ditanam hari ini, kelak akan kembali sebagai kekuatan.

Dan di Lombok Utara, pembenahan itu kini dimulai dari langkah yang paling sederhana, namun paling mendasar:

Datang, Menyapa, Dan Mendengar. (wis )

0 Komentar


Advertisement

Type and hit Enter to search

Close