Breaking News

AKBIL Gelar Talk Series Internasional, Bahas Budaya Akademik dan Dunia Kerja Singapura–Indonesia, Mahasiswa Mengikuti Antusias

 

Kegiatan ini menghadirkan pembicara dari Singapura dan Indonesia, yakni Dr. Aishah Binti Mohammed dari AM and Co International Law Firm, Singapore, serta Dr. Asbah Ambalawi dari Universitas Muhammadiyah Mataram.

Lombok Utara, insightnusantara.com – Akademi Bisnis Lombok (AKBIL) melalui UPT Pusat Bahasa dan Urusan Internasional menggelar Talk Series Internasional bertajuk Academic and Work Culture: Comparing Singapore & Indonesia di Aula Kampus AKBIL, Kamis (11/2).

Kegiatan ini menghadirkan pembicara dari Singapura dan Indonesia, yakni Dr. Aishah Binti Mohammed dari AM and Co International Law Firm, Singapore, serta Dr. Asbah Ambalawi dari Universitas Muhammadiyah Mataram.


Direktur AKBIL, Assoc. Prof. Dr. Syahrir, M.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi besar internasionalisasi kampus.


"Program ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi langkah konkret AKBIL dalam menyiapkan ekosistem akademik berwawasan global. Internasionalisasi adalah kebutuhan, bukan pilihan,” ujar Dr. Syahrir.


Ia juga menambahkan bahwa AKBIL terus mendorong kolaborasi internasional dalam bidang pendidikan dan penelitian.


“Kami telah membentuk UPT Pusat Bahasa dan Urusan Internasional sebagai motor penggerak, serta menjalin kemitraan publikasi ilmiah dan kolaborasi jurnal dengan mahasiswa dari kampus luar negeri,” pungkasnya.


Sementara, dalam paparannya, Dr. Aishah Binti Mohammed menyoroti perbedaan budaya akademik dan dunia kerja antara Singapura dan Indonesia.


“Di Singapura, budaya akademik sangat menekankan disiplin, critical thinking, dan kesiapan menghadapi dunia profesional. Namun saya melihat Indonesia memiliki kekuatan besar pada kreativitas dan kapabilitas,” ungkapnya.


Ia menilai forum seperti ini penting untuk membangun jembatan pemahaman lintas negara. Ia mengapresiasi langkah AKBIL yang aktif menghadirkan diskursus internasional.


Sementara itu, Dr. Asbah dari Bali-Nusra IOA Universitas Muhammadiyah Mataram menyampaikan bahwa AKBIL adalah salah satu kampus yang terpilih sebagai bagian dari program NMT. 


"Jadi ini juga merupakan dari program yang diikuti AKBIL dalam upaya internasionalisasi Perguruan Tinggi. Dan ini menjadi bagian pelaporan kampus dalam gelaran NMT pada April mendatang. Ini juga menunjukkan bahwa kampus daerah pun mampu menjadi bagian dari percakapan akademik global,” ujarnya.

Dalam sesi berbagi, dua mahasiswa internasional mengungkapkan pengalaman mereka berinteraksi dengan lingkungan akademik Indonesia.


“Belajar di Indonesia memberi saya pengalaman budaya yang sangat kaya. Mahasiswanya ramah dan lingkungan akademiknya suportif,” tutur Abdul Karim dari Nigeria yang saat ini sedang exchange di Universiras Muhmmadiyah Mataram.

 
Hal senada juga disampaikan oleh Ajez mahasiswa exchange Unram asal China. Ia menyampaikan kerinduannya kepada negaranya cukup terobati. Ia merasa tidak begitu berasa terasing di Indonesia, khususnya di Lombok.

 
“Awal-awal saya cukup shock-culture. Tapi di sini saya cepat beradaptasi." ceritanya.
Direktur AKBIL kembali menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperluas wawasan mahasiswa.


"Kami ingin mahasiswa AKBIL terbiasa berdiskusi dengan perspektif internasional, memahami standar global, serta termotivasi mengejar peluang akademik dan karier lintas negara,”ujarnya.


Kegiatan Talk Series ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi penguatan kerja sama internasional AKBIL, termasuk program guest lecture, student mobility, dan joint research. (deq)

0 Komentar


Advertisement

Type and hit Enter to search

Close